sahabat
Pertama kali masuk, aku gak begitu suka tempat ini. Gak ada orang yang aku kenal. Sampai akhirnya aku ketemu orang yang ku kira sinis tapi ternyata mudah bergaul. Icha, begitulah aku memanggilnya, kita semakin deket dan akhirnya jadi sahabat. Tapi dia bukanlah sahabat satu-satunya untukku. Aku punya banyak sahabat yang mau ndengerin semua ceritaku, yang mau hibur aku kalo lagi sedih, yang mau bantu aku kalo aku butuh bantuan. Merekalah keluarga keduaku. Gak pernah ada perbedaan diantara kita. Baik yang miskin atau kaya, cantik atau jelek, pinter atau bodoh, gak ada perbedaannya sama sekali. Di tempat inilah kita dipertemukan menjadi sebuah keluarga yang saling mengasihi satu sama lain. Boarding School Az-Zahra, tempat dimana aku mengerti arti sebuah keluarga, tempat dimana aku bisa mendapatkan pelajaran hidup yang bisa membuatku menjadi lebih baik. Senang bersama, susah bersama, semua kita lakukan bersama-sama. Meskipun kita berasal dari tempat yang berbeda-beda tetapi, kita tetap bisa bersatu dalam menghadapi permasalahan, dalam berbagi kebahagiaan, bahkan dalam suasana yang sedih pun, kita masih tetap satu. Selain suasana di boarding atau lebih sering kita memanggilnya asrama, ada hal yang lebih membuatku bahagia ketika berada di sana, yaitu teman-teman satu angkatanku. Meskipun awalnya kita tak saling mengenal, tapi pada akhirnya kita saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain. Kita tak hanya menjadi seorang teman, tapi kita adalah suatu keluarga yang satu. Banyak peristiwa yang menjadi kenangan indah untuk kita. Salah satu hal yang paling aku sukai ketika ada perlombaan antar kamar di asrama kita. Saat itulah aku merasa kita benar-benar satu. Saat pertandingan bola basket putri, pertandingan sepak bola putra, pertandingan voli putra dan putri, dan masih banyak lagi. Saat itu aku merasa kekompakan itu ada, kita saling mendukung, kita saling menyemangati, dan kita saling menasehati satu sama lain. Hingga akhirnya perpisahan itu datang, ketika kita berada pada panggung perpisahan, dimana terakhir kali kita dapat berkumpul bersama dan bercanda bersama. Meskipun kita tetap bisa bertemu dan berkumpul di lain waktu, tapi akan sangat berbeda jika biasanya dari kita mulai membuka mata dan menutup mata kembali selalu bersama, dan saat ini kita tak dapat melakukannya lagi. Tapi aku yakin, meskipun kita berada di tempat berbeda, pada saat kita bertemu dan berkumpul kita akan biasa layaknya keluarga yang telah lama tak bertemu. Tak ada kata canggung diantara kita, karena kita satu.
By: Zunia Nafi'atullina

0 komentar:
Posting Komentar