Third GenerationGeneration Perfect Succsessfully

Sabtu, 21 Februari 2015

MY SPECIAL’S BIRTH DAY:D


MY SPECIAL’S BIRTH DAY
18 April 2012, tepatnya hari Rabu ,hari yang akan selalu aku inget2 dalam hidup aku dan akan aku ceritain ke anak cucu aku.....#alay banget aku ya??.langsung aja ya.. jadi ceritanya gini.....
                Matahari pagi bersinar cerah hari ini, seperti biasa aku berangkat sekolah seperti biasa.....
Dan seterusnya....’waktu di sekolah gak usah diceritain tau sendiri lah’
                Dan suara adzan pun berkumandang itu tandanya aku dan sahabat2 aku harus ke mushola untuk ke menunaikan ibdah sholat ashar. Sehabis sholat ashar Uswah dengan sifatnya yang loe semua tau sendiri agak ganas #peace us guyon, minta iuran yang gak tau untuk apa. Pada waktu itu si aku belum curiga, kalau ternyata itu iuran buat ulang tahun aku dan luthfi.
Dan inti ceritanya tuh di sini,,
                Sholat magrib, isya’ sudah berlalu itu tandanya aku harus menjalani rutinitas seperti biasa yaitu belajar malam di kelas seperti biasa. Ya walaupun di kelas gak belajar hehe....
                Ok lanjut...malam itu aku belajar dengan sobat aku Imam, tiba-tiba Mr.Yan menghampiri kami berdua, dan berbicara dengan kami yang intinya menyuruh aku untuk membelikan rokok di warung depan, dan yang aku inget waktu itu aku dikasih uang 20 ribu,gak kurang dan gak lebih. Ya karena aku anak baik,pintar,dan rajin menabung# dah gak usah komen. Aku dan Imam pun membelikan rokok di warung depan dan seingat aku harganya itu 12 ribu jadi kembalinya 8 ribu,inget2 ya kembalinya 8 ribu...
                Aku pun memberikan rokok itu ke Mr Yan plus kembaliannya 8 ribu. Masih inget kan kembaliannya 8 ribu dan uang yang dikasih 20 ribu?. Tapi aku kaget ketika Mr Yan bilang kalu uangnya tadi 30 ribu tapi kembaliannya Cuma 8 ribu. Aku yang merasa benar aku mencoba meyakinkan kalu uang yang dikasih Cuma 20 ribu. Tapi Mr Yan masih ngeyel, ya udah aku ngalah aku dengan Imam mencoba mengecek jikalau uangnya tadi jatuh, tapi hasilnya nihil..kami pun kembali ke Mr Yan dan mencoba untuk meyankinkan lagi, tapi beliau masih belum percaya dan langsung pergi menemui Pak Sa’dun.
                Beberapa saat kemudian Pak Sa’dun memanggil aku dan Imam, ya aku si tenang2 aja, karena aku merasa aku benar. Dan Pak Sa’dun pun mulai bertanya mengenai masalah tersebut. Dan di sini aku mulai agak curiga kenapa Pak Sa’dun sepertinya tahu betul mengenai masalah ini dan mengetahui semua alurnya dalam hati aku’ halah paling2 ini lagu lama buat ngerjain aku, kayak yang lain paling aku akan dimarahin besar-besaran dan akhirnya semua bilang happy birthday, ’,tapi kecurigaan gua mulai hilang setelah Pak Sa’dun mulai mengumpulkan seluruh santri-santriwati Az-Zahrah. Awal-awalnya si aku dan Imam masih nyantai, tapi setelah Pak Sa’dun marahnya lebih dari dugaan aku bahkan bilang kalau orang tua aku akan ditelfon kalau aku bikin masalah, di situ mata aku agak brambang(mrembeh), maklum aku paling gak mau kalu aku bikin orang tua sedih,,,
                Hingga akhirnya Pak Sa’dun menghukum aku dan Imam untuk muter lapangan 10x sambil bilang” saya telah berbohong”, aku pun menjalaninya dengan ikhlas karena aku gak punya bukti nyata untuk meyakinkan Pak Sa’dun. Baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba Pak Sa’dun memeluk Aku dari belakang diiringi dengan lagu Happy birth day yang dilantunkan semua santri dan santriwati Az-Zahrah khususnya Third Generation Member, di situ aku gak bisa menahan air mata aku lagi,... ternyata perhatian kalian sangat besar.
                Dan acara pun dilanjutkan dengan makan-makan yang ternyata udah kalian(sobatku Third Generation) persiapin dari iuran tadi sore...,aku juga berterima kasih banget karena kalian juga memberikan sebuah baju..masih aku simpen baju itu di almari aku..
                Dan waktu gua disuruh untuk ke depan untuk mengucapkan harapan2 aku gak bisa ngomong, kalian tahu sendiri kan kalu aku orangnya paling gerogi kalau di suruh maju di depan orang banyak... Dan waktu aku disuruh memberikan kue(agar-agar) pertama aku ke seseorang, aku mulai bingung, kalau kayak di tv2 si paling 2 diberikan ke orang tuanya kalau nggak ya ke pacarnya. Tapi karena orang tua aku gak ada waktu itu dan aku juga gak punya pacar jadi aku berikan ke sahabat dekat aku Imam.
                Aku Cuma mau bilang makasih pada kalian semua (sobatku third generation). Kebaikan kalian akan selalu aku inget. Makasih juga untuk ide kalian yakin aku mau nangis waktu itu,tapi aku betah betahin. Terima kasih juga pada Pak Sa’dun dan Mr Yan karena udah ngerjain aku habis habisan, khususnya Pak Sa’dun makasih sekali pak:D . Dan tidak lupa untuk semua pengasuh, santri dan santriwati pondok pesantren Az-zahrah makasih banget atas do’a kalian semua,dan semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian.
                Tapi yang bikin aku penasaran siapa dibalik semua ide2 ini??? Udahlah gak penting, sekali lagi terima kasih kalian (sobatku thitd gen) udah mau ngerayain ultah aku, maaf gak bisa bales semua kebaikan kalian. Sekali lagi THANK YOU VERY MUCH.
               

Jumat, 20 Februari 2015

the story of pit2tan :D




Masihkah kalian ingat foto ini kawan ........?????, ya foto ini merupakan awal dari munculnya masalah-masalah yang menimpa kita.
Oke kita mulai ceritanya.........
Jadi, dimulai bebeapa ide yang ingin mengadakan acara untuk mengisi liburan ujian sekolah kelas 3.
“meeting yuk!!!!” ajak fariz
“Meeting pa to riz??”tanyaku dengan penasaran.
“udahlah ikut aja, tadi katanya pada mau bikin acara sepedaan buat ngisi liburan!”sahut fariz.
“mau meeting di mana?”tanyaku lagi.
“ya makanya kita cari tempat”.jawab fariz sambil mengajakku dan teman2 yang lain untuk keluar dari asrama.
“mau kemana??”tanya bu ela dari jendela lantai 2.
“Ada deh buu”sorak kami.(maaf bu kalu mungkin kata ini sedikit menyinggung perasaan bu ella)
Kami pun memilih joglo sekolah  untuk tempat meeting.
“assalamualaikum,langsung saja......jadi kemana nih acaranya”ucap fariz membuka acara.
Dan satu persatu teman2ku pun mengusulkan pendapatnya. Kalu aku si memilih diam,dan menjadi pendengar yang baik, maklum gak punya ide.
                Hingga akhirnya keputusannya yang kalu gak salah isinya ‘yang penting pada hari H kita kumpul di asrama,baru kita tentuin kemana tujuan kita ’
#Hari H
                Hari H pun tiba aku-pun mulai bersiap-siap berangkat,kalau nggak salah waktu itu aku berangkat baring bersama teman-teman yang berasal dari tambakromo dan gabus.
                Sesampainya di asrama ternyata masih sepi dan belum banyak yang datang.
#kena marah
                Malam pun tiba, pak Sa’dun dan pak Asyhar yang tahu kalau kami mau mengadakan acara tapi belum ijin pun mengumpulkan kami,yang intinya mereka kecewa dengan kami karena kami tidak ijin saat ingin mengadakan acara ini, sedangkan merekalah yang bertanggung jawab atas kami,dan mereka khawatir bila terjadi sesuatu pada kami
                Aku dan teman-teman hanya bisa tertunduk dan menyadari kami memang bersalah. Aku merasa sangat bersalah pada Pak Sa’dun dan Pak Asyhar.Tapi hal itu sudah terjadi ya mau tidak mau tidak bisa dibatalkan.
“jadi kemana tempat tujuan kalian?”tanya pak Asyhar
Ami hanya diam karena waktu itu memang kami belum menentukan dengan pasti tujuan kami. Hingga akhirnya hasil meeting menentukan tempat tujuan kami adalah ke sebuah desa terpenci, pelosok, dan jarang ada signal, yang namanya juga aga seram yaitu Desa Larangan.
                Esok pun tiba kami pun bersiap-siap, ya walaupun tadi malam habis dimarahi,kami tetap menyambut pagi itu dengan senyum.
“riz,mam kamu yang mulai duluan, kalian kan juru kuncinya,hehe”teriak beberapa dari kami.
Hari itu kami ditemani kak Dina,dengan mengucap bismillah kami pun mulai mengayuh sepeda kami.
                Canda tawa pun mengiringi perjalanan kami,dan kami pun menyempatkan untuk berfoto-foto di tengah perjalanan kami.Hingga tidak terasa kami pun tiba di rumah Rizki.oh ya baru ingat.... jadi ceritanya tadi itu kami mau mengadakan acara rujakkan,hehehe sorry....
                Kami pun mulai beraksi, para calon ibu2 rumah tangga pun segera mempersiapkan buah-buahhan yang akan di rujak, dan para calon bapak2 rumah tangga menyiapkan sambel spesial.....
                Dan lagi2 canda tawa pun mengiringi proses pembuatan rujak hehehe....
Dan rujak pun siap kami pun segera menyerbu, dan biasa sifat kami rakus kami muncul.hanya beberapa menit rujak pun bablas tak berbekas,dan acara selanjutnya adalah pergi ke sebuah sungai yang ada di Desa Larangan yang sangat indah, airnya jernih, udaranya segar dan enak deh pokoknya dipandang, dan kami pun menjalankan ritual wajib kami yaitu.......foto-foto hehehe,selepas itu kami pun pulang ke asrama dan kerumah masing-masing dengan membawa banyak sekali kenangan yang tentunya akan terus membekas dalam hati kita...
#sedikitpesan
Mungkin pada hari itu kita agak sedikit kesal karena kena marah, tapi asal kalian tahu marah dari beliau merupakan kasih sayang yang beliau berikan untuk kita, mereka takut jikalau terjadi apa2 dengan kita, dan satu hal lagi kawan persahabatan yang telah lama kita jalin ini jangan sampai luntur seiring dengan berlalunya waktu...aku tau kalian pada sibuk untuk mempersiapkan masa depan kalian, tapi gak ada salahnya kan sekali-kali saling sapa walaupun melalui jejaring sosial maupun sms. Perlu kalian ingat kita pernah tinggal satu atap selama tiga tahun melewati pahit manisnya hidup. Tentunya tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar kan????
Ceileh kata2 gue puitis banget ya??? ah sudahlah mungkin sampai sini dulu postingan gue, jikalau ada cerita yang kurang benar maklum gue bukanlah makhluk yang sempurna,...dan mungkin ada kata2 yang kurang membekas gue minta maaf yang sebesaaaaaaar besaaaaarnya. Dan tetap jaga kekompakan kita,............
                                                                                                                                                 SALAMPENULIS
               

Kamis, 19 Februari 2015

Nggak Butuh Judul, Capek Nih.

Gue mau curcol aja kawan....
Berhari-hari ini gue berasa sibuk banget. Padahal yah, padahal, gue itu PRJ a.k.a Partai Rakyat Jelata a.k.a bukan pengurus OSIS maupun MPS, hanya saja.....ada Sonlis. Gue didaulat jadi koor Essay Writing dan Poetry Competition ama EO gue tercintah, si Uqi a.k.a Zea Sang Pewaris Kemampuan Selfie. Bayangkan, gue seangkatan selfie ber-115 tanpa tongsis karena ada dia. Oke, ini udah mulai OOT.

Balik lagi ke curcol gue. Awalnya gue cuma disuruh jadi koor esai aja. Gue iyain aja. Terus kata salah satu guru gue, beliau pengen ada lomba buat anak SD tuh. Akhirnya para BPH sepakat nambahin lomba baru yaitu poetry competition. Dan panitia esai disuruh merangkap jadi panitia poetry. Yes. Kerjaan nambah. -_- Lagi-lagi gue iyain aja. Bayangin, coba. Gue. Nge-iya-in begitu aja. Dudul banget sih guee....! Tapi gue nggak enak kalo nolak setelah mengiyakan.. Jadilah gue harus mengikhlaskan diri.

Singkatnya....yang ngirim esai ada 61 orang. 61 orang itu banyak, kan? Gue berniat ngasih fee buat juri tuh 500 rebu tiap orang. Tapi kata bendaharanya 200 rebu aja. Awalnya gue nolak. 300 rebu deh, 300. Tapi mengaca pada taun kemaren, feenya cuma 200 rebu, gitu katanya, Yaudah gue mikir lagi. Seinget gue esai taun kemaren nggak nyampe 60 peserta deh. Tapi gegara gue lupa, jadinya gue mikir-mikir lagi. Masa gue nyolot aja tanpa ada bukti. Yaudah akhirnya gue turunin, jadi 250 rebu. Eh, bendaharanya keukeuh 200 rebu. Gue nggak punya bala tentara buat nolak. Setelah gue mempertimbangkan lagi, gue iyain ajah. Tapi sebelumnya gue mengeluarkan alasan konyol. "Kan BBM naek". Well yeah, alasan ini sama sekali nggak ngefek. Yaudah deh, gue ngalah. Kalo jurinya gue sih, berapa aja nggak papa. Malah nggak dibayar juga nggak papa. Lha ini, guru gue gitu loh. Nggak tega aja. 61 peserta bro. Esainya setebel kertas satu rim. Buanyaaaak banget. Gue kasian aja ama guru gue. Dan ternyata begitu gue tau, ternyata jumlah pesertanya naek jauh. Dulu 40-an peserta. Sekarang 61. Masa nilai 61 esai disamain ama nilai 61 orang. Kalo selisihnya nggak banyak-banyak amat sih, fine. Ini ada 50% kenaikan jumlah pesertanya. Tega banget sih?

Pokoknya gue harus bilang ke bendaharanya buat naikin fee juri. Nggak mau tau. 250 rebu deh. Yah, walaupun harusnya 300 rebu. Kan 40 esai = 200 rebu, jadi kan harusnya 60 esai = 300 rebu. Pokoknya gue harus memperjuangkan hak juri. Titik. Doain gue ya guys... :)